8 Aktivitas Edukatif dan Menyenangkan untuk Anak di Rumah
Temukan 10 aktivitas edukatif dan menyenangkan untuk anak di rumah, dari sensory play dan cooking hingga arts, music, science, dan practical life.
8 Aktivitas Edukatif dan Menyenangkan untuk Anak di Rumah
Anak-anak tidak selalu membutuhkan mainan baru atau aktivitas yang rumit untuk belajar. Justru, banyak kesempatan belajar bisa ditemukan dari kegiatan sederhana yang dilakukan bersama orang tua di rumah.
Mulai dari bermain dengan tekstur, memasak bersama, membaca cerita, membuat karya seni, hingga bermain permainan yang melatih kemampuan berpikir — aktivitas sehari-hari dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
Yang terpenting bukan seberapa banyak aktivitas yang dilakukan, tetapi bagaimana anak mendapatkan kesempatan untuk mencoba, mengeksplorasi, membuat pilihan, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Berikut 10 aktivitas edukatif yang bisa Mommy dan Daddy coba bersama anak di rumah.
1. Sensory Play dengan Bahan Sederhana
Sensory play merupakan aktivitas yang melibatkan berbagai indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan gerakan.
Untuk bayi dan toddler, aktivitas sederhana seperti bermain dengan air, merasakan tekstur kain yang berbeda, bermain dengan adonan, atau memindahkan benda dari satu wadah ke wadah lainnya dapat menjadi pengalaman eksplorasi yang menarik.
Selain menyenangkan, sensory play dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk mengamati, membandingkan, dan mengenal lingkungan di sekitarnya.
Untuk anak yang lebih besar, sensory play juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang lebih kompleks, misalnya membuat sensory bin berdasarkan tema tertentu atau melakukan eksperimen sederhana menggunakan berbagai material.
Tips untuk orang tua:
Tidak perlu menggunakan banyak bahan sekaligus. Mulailah dengan beberapa material yang aman dan sesuai usia anak, lalu biarkan anak mengeksplorasinya dengan caranya sendiri.
2. Memasak Bersama Anak
Dapur bisa menjadi salah satu tempat belajar yang menarik untuk anak.
Saat memasak bersama, anak dapat belajar mengikuti instruksi, mengenal urutan kegiatan, menghitung bahan, mengenal berbagai tekstur dan aroma, sekaligus melatih koordinasi tangan.
Anak juga dapat belajar tentang konsep sederhana seperti lebih banyak dan lebih sedikit, penuh dan kosong, panas dan dingin, serta perubahan yang terjadi ketika bahan makanan diproses.
Untuk anak yang lebih kecil, orang tua dapat memberikan tugas sederhana seperti mencuci buah, mengaduk adonan, atau menuangkan bahan dengan bantuan.
Sementara itu, anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam resep yang lebih kompleks dengan tetap memperhatikan keamanan dan pengawasan orang dewasa.
Memasak bukan hanya tentang menghasilkan makanan. Bagi anak, prosesnya dapat menjadi pengalaman belajar yang penuh dengan kesempatan untuk mencoba dan menjadi lebih mandiri.
3. Storytelling dan Pretend Play
Tidak punya banyak mainan? Tidak masalah.
Satu buku cerita dapat menjadi awal dari berbagai permainan.
Setelah membaca cerita bersama, ajak anak untuk menceritakan kembali bagian yang mereka ingat. Anak juga dapat memilih karakter favorit dan memerankan cerita tersebut.
Pretend play membantu anak menggunakan imajinasi sekaligus memberikan kesempatan untuk berkomunikasi, membuat keputusan, dan memahami berbagai situasi dari sudut pandang yang berbeda.
Orang tua juga tidak harus selalu menjadi "guru" dalam permainan.
Cobalah mengikuti cerita yang dibuat anak dan biarkan mereka menentukan apa yang terjadi selanjutnya.
4. Arts & Crafts
Aktivitas seni tidak harus menghasilkan karya yang sempurna.
Memberikan anak kesempatan untuk menggambar, mewarnai, menempel, melipat, memotong dengan alat yang sesuai usia, atau membuat sesuatu dari bahan sederhana dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Dalam prosesnya, anak dapat berlatih menggunakan tangan dengan lebih terkoordinasi, mengenal bentuk dan warna, serta mengekspresikan ide mereka.
Untuk anak yang lebih kecil, fokuskan pada proses eksplorasi.
Untuk anak yang lebih besar, Mommy dan Daddy dapat memberikan tantangan sederhana, misalnya:
"Bisakah kamu membuat rumah menggunakan tiga bentuk berbeda?"
Dengan begitu, aktivitas seni juga dapat menjadi kesempatan untuk melatih kreativitas dan problem-solving.
5. Music & Movement
Putar lagu favorit anak dan ajak mereka bergerak bersama.
Anak dapat mengikuti irama, bertepuk tangan, menari, atau membuat gerakan sendiri.
Music & movement dapat menjadi aktivitas sederhana untuk menggabungkan musik, gerakan, dan ekspresi.
Untuk membuatnya lebih menarik, Mommy dan Daddy dapat membuat permainan seperti:
"Kalau musik berhenti, kita freeze!"
atau
"Coba bergerak seperti kelinci."
Tidak perlu memiliki alat musik khusus. Sendok kayu, wadah plastik, atau benda rumah tangga yang aman juga dapat digunakan sebagai alat musik sederhana dengan pengawasan orang dewasa.
6. Simple Science & Engineering
Anak-anak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Manfaatkan rasa ingin tahu tersebut dengan eksperimen sederhana.
Contohnya:
- Benda apa yang bisa mengapung?
- Apa yang terjadi ketika es diletakkan di tempat yang berbeda?
- Bagaimana membuat jembatan dari sedotan atau balok?
- Bisakah kita membuat menara yang tidak mudah jatuh?
- Apa yang terjadi ketika kita mencampurkan dua warna?
Tidak perlu langsung memberikan jawabannya.
Cobalah bertanya:
"Menurut kamu, apa yang akan terjadi?"
Kemudian biarkan anak mencoba dan melihat hasilnya.
Dengan cara ini, anak mendapatkan kesempatan untuk membuat prediksi, mencoba, mengamati, dan menemukan jawabannya sendiri.
7. Chess & Strategy Games
Untuk anak yang lebih besar, permainan yang membutuhkan strategi dapat menjadi aktivitas yang menarik.
Chess merupakan salah satu contoh permainan yang mengajak anak untuk memperhatikan posisi, mempertimbangkan pilihan, dan memikirkan langkah berikutnya.
Namun, tidak harus selalu menggunakan chess.
Puzzle, board games, memory games, matching games, dan permainan strategi sederhana juga dapat digunakan.
Yang penting adalah memberikan anak kesempatan untuk berpikir dan mengambil keputusan sendiri.
8. Language & Story Games
Kemampuan bahasa dapat terus berkembang melalui percakapan sehari-hari.
Saat berjalan-jalan di rumah, misalnya, orang tua dapat mengajak anak mencari benda dengan warna tertentu.
Atau bermain:
"Aku melihat sesuatu yang berwarna merah. Bisa tebak apa?"
Untuk anak yang lebih besar, Mommy dan Daddy dapat membuat permainan cerita.
Satu orang memulai dengan satu kalimat, kemudian anak melanjutkan cerita dengan kalimat berikutnya.
Permainan sederhana seperti ini dapat mendorong anak untuk mendengarkan, mengingat, menggunakan kosakata, dan menyampaikan ide.
Jika keluarga menggunakan lebih dari satu bahasa, aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kosakata dalam bahasa lain secara natural.
Learning Doesn't Always Look Like Studying
Bagi anak, belajar tidak selalu berarti duduk di depan meja dan mengerjakan worksheet.
Belajar dapat terjadi ketika mereka menyentuh sesuatu untuk pertama kalinya.
Ketika mereka mencoba membuat sesuatu.
Ketika resep masakan tidak berjalan sesuai rencana.
Ketika menara yang mereka buat akhirnya roboh.
Ketika mereka membuat cerita sendiri.
Atau ketika mereka berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya membutuhkan bantuan orang tua.
Itulah mengapa memberikan anak kesempatan untuk bermain, mengeksplorasi, mencoba, dan membuat pilihan merupakan bagian penting dari perjalanan belajar mereka.
Finding the Right Activities for Your Child
Setiap anak memiliki minat dan tahap perkembangan yang berbeda.
Ada anak yang senang bergerak dan bereksplorasi. Ada yang menikmati musik. Ada yang suka membuat sesuatu dengan tangannya. Ada yang senang bertanya dan bereksperimen. Ada pula yang mulai tertarik pada angka, bahasa, permainan strategi, atau keterampilan praktis.
Tidak ada satu aktivitas yang harus disukai semua anak.
Yang dapat dilakukan orang tua adalah menyediakan berbagai kesempatan dan memperhatikan apa yang membuat anak tertarik.
Di BloomingHaus, kami percaya bahwa anak belajar melalui pengalaman.
Melalui pendekatan play-based learning dan Montessori-inspired environment, anak diberikan kesempatan untuk menyentuh, melihat, mendengar, mencoba, dan mengeksplorasi sesuai tahap perkembangannya.
Dari Sensory Exploration dan Little Sonata untuk anak usia dini, hingga Cooking, Music, Mandarin, Chess, Engineering, Calistung, dan berbagai enrichment activities untuk anak yang lebih besar, BloomingHaus menghadirkan berbagai pengalaman belajar dalam satu tempat.
Karena bagi kami, learning does not always have to feel like studying.
Sometimes, it simply starts with:
"Let's try."
About BloomingHaus
BloomingHaus adalah learning center dan kids activity destination di Pluit, Jakarta Utara, yang menghadirkan berbagai pengalaman belajar dan aktivitas untuk anak.
Kami percaya bahwa anak-anak dapat tumbuh melalui bermain, eksplorasi, kreativitas, dan pengalaman langsung.
Selain berbagai kelas anak, BloomingHaus juga menjadi ruang untuk berbagai kegiatan dan perayaan anak bersama keluarga.
Where Little Minds Bloom. 🌱
tertarik membahas lebih lanjut?
✉ chat admin di whatsapp